Setelah wawancara, menunggu kabar bisa membuat cemas. Mengirim email follow-up adalah cara profesional untuk menunjukkan minat Anda, namun harus dilakukan pada waktu yang tepat.
Jangan kirim email esok harinya. Berikan waktu bagi HRD untuk mengumpulkan feedback dari para user dan tim rekrutmen lainnya.
Contoh: "Follow Up Interview - [Nama Anda] - Posisi [Posisi yang dilamar]". Ini memudahkan HRD mencari file lamaran Anda.
Tuliskan ucapan terima kasih kembali, sebutkan tanggal interview, dan tanyakan status lamaran secara sopan. Jangan menuntut jawaban segera.
Singgung kembali salah satu topik pembicaraan menarik saat interview untuk menyegarkan ingatan mereka tentang Anda. "Saya masih sangat tertarik dengan proyek ekspor yang Bapak sebutkan..."
Jika tidak ada balasan setelah email pertama, tunggu lagi 1 minggu sebelum email kedua. Jangan menghubungi lewat WA pribadi kecuali jika HRD yang memberikan nomornya.
Follow-up yang baik menunjukkan ketertarikan dan etika kerja yang tinggi, asalkan dilakukan dengan tidak mengganggu.
Kembali ke Blog